Berikut ini percakapan dan keramahan si pelayan counter dengan sang ibu yang sakit dan anaknya:
Aku:- Assalamualaikum makcik, kami ada set handphone, laptop dengan barangan rumah. Ada tiga cara bayaran, cash, kad kredit dan ansuran mudah.Ibu:- Kalau ansuran mudah macam mana cara dia?
Aku:- Kalau ansuran mudah, sediakan penyata gaji, salinan kad pengenalan dan penyata bank. Kalau malas nak pergi bank buat penyata bank, bagi je nombor akaun, saya buatkan penyata bank. Makcik nak apa, saya kirakan sekali bayaran bulanannya. Paling maksimum bayaran boleh sampai tiga tahun saja.
Anak:- Okay bang, berapa eh sebulan untuk iPhone 6 Plus 64GB dengan Samsung Note 4?
Aku:- *terus ambil kalkulator kira* Okay, kalau dua handphone, RM296 untuk sebulan selama 3 tahun. (Sambil tersenyum aku tengok, muka makcik itu yang macam resah. Aku tahu makcik tu orang susah).
Anak:- Okay, Ibu jadi eh? Boleh eh?
Ibu:- (Hanya mampu mengangguk mengikut kehendak anak dia)
Aku:- Beli handphone sampai dua, satu siapa punya? Umur adik berapa?
Anak:- Yang Samsung Note 4 itu saya punya, yang iPhone 6 128GB tu saya nak hadiahkan kepada makwe(pacar alias gebetannya) saya bang. Minggu depan hari lahir dia. Umur 15.
Aku:- (Mengucap dalam hati, sambil geleng kepala. Ya Allah, macam ni sekali anak dia buat kat Ibu dia? Ibu dia yang bayar bulan-bulan, senang-senang je anak bagi kat makwe dia). Ibu dia terus keluarkan dokumen, aku tengok penyata gaji Ibu dia sebulan cuma RM950.
Aku:- Okay makcik, nanti saya proses. Dalam masa seminggu akan dapat jawapan lulus ke tak.
Ibu:- Okay, baik dik. Terima kasih. (Dengan wajah seperti pasrah dengan kehendak anak dia)
Aku:- Sama-sama makcik. Datang lagi. (Aku senyum dengan rasa bersalah tengok keadaan Ibu dia yang kaki tempang berjalan keluar).

Sebagaimana yang telah kami katakan diatas, kejadian tersebut terjadi di Malaysia sehingga percakapannya menggunakan bahasa sehari-harai negara tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan dijaman yang seperti saat ini hal serupa juga akan terjadi di negara atau daerah lainnya.
Yang perlu kita pikir ulang adalah anak yang masih kecil saja sudah memperlakukan ibunya seperti tersebut diatas, lalu bagaimana jika si anak sudah dewasa atau besar nantinya? Kami tak mau berandai-andai, yang jelas semoga tidak lagi memaksakan kehendaknya terhadap orang tua, terutama kepada si ibu yang merupakan sumber kehidupan setelah sang Maha Kuasa. Dan tentunya sangat miris jika pemaksaan terhadap orang tua itu hanya demi pacar sob.

Si Ibu Harus Membayar 20 Juta Sob
Sangat disayangkan seorang anak yang masih remaja sudah berani melakukan hal tersebut kepada ibu kandungnya sendiri, padahal anak tersebut sudah tau kondisi keuangan ibunya yang tidak mendukung. Namun tetap saja memaksa ibunya yang sudah tua itu untuk membelikan smartphone dengan harga selangit. Harga iPhone 6 Plus 64GB jika dalam rupiah senilai Rp. 13.696.000,-, dan harga Samsung Note 4 dalam rupiah senilai Rp 7.144.000,-. Yang berarti si ibu itu harus membayar Rp. 20.840.000,-
Gak bisa kami bayangkan sebagaimana yang telah dirasakan batinnya si penjaga counter yang sebenarnya sangat prihatin itu bahkan dalam penuturannya dia mengaku ingin menangis menyaksikan hal ini. Semoga Allah SAW memberikan kekuatan kepada si ibu itu ya sob.
Dan tentunya untuk kita semua, hal ini sangat menjadi pelajaran, sehingga jangan lagi berbuat sebagaimana diatas. Kasihani dan sayangi orang tua kita terutama orang tua perempuan kita. Sebisa kita sebagai anaknya, bantulah hingga orang tua kita tidak lagi sensara. Dan ingat pula, beliaulah yang membesarkan kita dan menafkahi kita sehingga kita menjadi seperti saat ini.

Share kepada semuanya agar perbuatan tega terhadap orang tua ini tidak lagi terjadi.
Sumber: Siti Sara/ Berdakwah @ LINE
